Cerdas, Edukatif, Ramah, Inovasi, Agamis
Dipublikasikan pada 18 Jul 2025 | Kategori: Berita
Ibu2 dharma wanita kementerian agama kabupaten Bangkalan bersatu padu mensukseskan penyebaran penguatan moderasi beragama. Mereka menyebar ke seluruh lembaga2 pendidikan formal mulai dari RA sampai MA. Ataupun ke seluruh kantor2 di bawah naungan kementerian agama. Namun sebelumnya pembekalan mengenai materi moderasi beragama ini sudah mereka terima melalui pelatihan pelatihan baik di kanwil maupun di tingkat kabupaten.
Pemahaman moderasi beragama ini dirasa penting ditanamkan sejak dini dan secara menyeluruh.Mengingat keanekaragaman budaya,adat istiadat,bahasa ,agama ataupun unsur lainnya rawan menimbulkan konflik. Melalui sosialisasi "Bunda Modis" yang merupakan kepanjangan dari bangkit untuk negara damai aman moderat inspiratif inovatif dan santun , diharapkan bisa memberikan pemahaman dan bekal yang mendalam tentang pentingnya cinta tanah air dengan mempertahankan persatuan dan kesatuan bagi seluruh elemen masyarakat.

Begitupun DWP MTsN Bangkalan. Hari rabu tanggal 16 Juli 2025 para kader dan agen moderasi beragama secara keseluruhan terjun ke lapangan untuk memberikan pemahaman tentang materi ini. Sasarannya adalah peserta didik baru yang saat itu melaksanakan matsama ( masa taaruf siswa madrasah ) dengan mengambil lokasi di aula dan musolla MTsN Bangkalan. Tidak ketinggalan pula peserta didik kelas 8 dan 9.
"Semai Sirama" yakni 9 dasar nilai moderasi beragama yang terdiri dari ( toleransi, musyawarah, keadilan, kesetaraan, kebebasan, tanggung jawab, kemanusiaan, anti kekerasan dan kearifan lokal ) disampaikan kepada mereka sesuai dengan taraf pemahamannya. Sehingga bisa diterima dengan sangat asyik dan menyenangkan. Adanya properti , alat peraga berupa ular tangga dan barcode sangat mendukung pemahaman anak terhadap materi ini. Mereka belajar sambil bermain sehingga 2 jam durasi yang tersedia tidaklah terasa.
Dalam materi yang disampaikan secara singkat oleh agen moderasi beragama di aula MTSN Bangkalan disimpulkan agar senantiasa peserta didik saling menghormati, menghargai perbedaan2 yang ada. Tidak melakukan kekerasan baik fisik maupun non fisik serta tidak menyebarkan berita2 bohong yang akan menimbulkan konflik. ( Hum )

M. RUSTAM, S.Ag., M.M.
Kepala Madrasah