Cerdas, Edukatif, Ramah, Inovasi, Agamis
Dipublikasikan pada 09 Nov 2025 | Kategori: Berita
Sabtu, 18 Oktober 2025 MTsN Bangkalan adakan kegiatan orientasi kepalangmerahan .Kegiatan ini diikuti oleh 62 siswa MTsN yang tergabung ekstra PMR .
Acara dibuka oleh kepala MTsN Bangkalan, M.Rustam, S.Ag, M.M . Dalam sambutannya beliau mengemukakan pentingnya peduli terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Disinilah ajang anggota PMR untuk belajar terampil dan bersosialisasi dengan yang lain. Sehingga ilmu yang didapatkan nantinya bisa dimanfaatkan . Sementara itu, pembina PMR MTsN Bangkalan Hj. Mas Ummu Hanik, S.Ag, M.PdI mengungkapkan bahwa acara ini merupakan acara rutin tahunan yang sengaja digelar untuk mengukuhkan anggota baru ditandai dengan pemasangan bedge PMR dan slayer. Tidak cukup di situ, Pengukuhan ini juga dilanjutkan dengan siraman bunga setaman di lapangan matsaneba.
Ada banyak rentetan kegiatan dalam pelatihan ini. Dimulai pukul 07.00 chek in peserta dan berahir pukul 16.30. Bentuk kegiatannya juga sangat variatif. Sesi pertama berupa pemberian materi gerpal ( sejarah prinsip dasar ) yang disampaiakn oleh Rofiatul Adawiyah, S.Pd. Dalam materi ini dijelaskan sejarah berdirinya palang merah. Pada tahun 1862, Henry Dunant menulis buku yang mengangkat 2 gagasan antara lain membentuk organisasi sukarelawan yg disiapkan untuk menolong korban perang. Membuat perjanjian internasional untuk melindungi korban perang (serta melindungi para relawan yg membantu dinas kesehatan militer).
Selanjutnya didirikan Organisasi yang misinya bersifat kemanusiaan pada 1863 yang tujuannya melindungi kehidupan dan martabat para korban perang. Komite Internasional Palang Merah mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan bantuan kemanusiaan internasional yang dilakukan oleh Gerakan pada situasi perang.
Materi berikutnya berupa sosialisasi forpis , yakni forum remaja palang merah indonesia. FORPIS merupakan kumpulan wakil PMR untuk menyalurkan dan mengkoordinir aspirasi dari PMR Mula, Madya, dan Wira. Tujuannyaadalah menyalurkan dan mengkoordinir aspirasi remaja untuk mengembangkan peran aktif PMR dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan PMI.
Tidak hanya teori yang didapatkan. Tetapi juga berupa praktek langsung terkait tugas2 mereka, dengan kegiatan bernama wahana kepalangmerahan . Acara itu selesai, dilanjut dengan out bond. Mereka tampak sangat menikmati dan suka cita. Mengharap mendapatkan pengetahuan yang berhubungan dengan hal tersebut. Karena setiap pelaksanaan upacara, sosok inilah yang menjadi garda terdepan dalam pemberian pertolongan pertama bagi peserta upacara yang mengalami gangguan dalam kesehatannya. Ketika anak pusing atau hal lain yang membutuhkan pertolongan, dengan sigap membawa tandu ke temannya yang membutuhkan pertolongan. Selamat kepada anggota baru , selamat bertugas dan selamat menikmati proses .
Berita ( hms )
M. RUSTAM, S.Ag., M.M.
Kepala Madrasah