Cerdas, Edukatif, Ramah, Inovasi, Agamis
Dipublikasikan pada 10 Dec 2025 | Kategori: Berita
Seluruh ASN baik dari unsur PNS maupun P3K di lingkungan kementerian agama kabupaten Bangkalan memadati auditorium gedung Rato Ebuh yang terletak di depan alun-alun kota Bangkalan. Mereka memiliki tujuan yang sama yakni menghadiri acara tahunan berupa pembinaan ASN sebagai rangkaian dari acara HAB KEMENAG yang ke 80. Hadir di sana para pejabat teras didampingi ibu dharma wanita persatuan. Mereka bersinergi untuk saling menguatkan, memberikan support terhadap tugas yang diemban suami masing2.
Ada hal yang berbeda dibandingkan tahun2 sebelumnya. Disamping tempat yang terasa lebih luas serta nyaman, dipintu masuk petugas khusus memberikan selebaran yang mengandung ajakan “Gerakan Wakaf Uang Provinsi Jawa Timur “. Dan pada kesempatan ini pula Bapak H. DR. Akhmad Seruji Bahtiar melaunching program tersebut di kota Bangkalan. Sebuah upaya yang dilakukan untuk memperkokoh kemandirian ummat.
Rangkaian acara dalam kegiatan ini sangat variatif. Ada penampilan2 menarik dari berbagai satker, Prestasi2 membanggakan dari masing2 satker . Dan ada pula santunan untuk keluarga yang terdampak musibah runtuhnya ponpes Al-Ghoziny serta musibah tenggelamnya santri penghafal qur’an di Jaddih Socah Bangkalan. Semua ini merupakan bentuk kepedulian sosial kantor kementerian agama kabupaten Bangkalan terhadap musibah yang terjadi.
Dalam sambutannya seorang doktor yang memiliki keilmuwan luas serta bernuansa tasawuf ini menuturkan bahwa sejatinya kita semua harus memahami siapa diri ini yang sebenarnya. Bahwa sesungguhnya kita sebagai abdulloh/ hamba Allah. Ketika seseorang menyadari posisi dirinya, maka akan paham , akan mengetahui bahwa setiap kita bukan siapa2. Semua milik Allah. Tidak boleh sombong dengan jabatan yang melekat dan harta yang dimiliki. Maka berikanlah sesuatu yang ada pada diri kita ini, sebelum dicabut olehNya. Oleh sang pemilik. Semua gampang bagi Allah. Karena jika Allah berkehendak, maka apapun pasti terjadi. Tentu ini merupakan sebuah ajakan bernada halus agar semua memiliki ketertarikan untuk berwakaf.
Semoga program ini berjalan mulus dan disambut baik oleh ASN yakni minimal wakaf 1 juta dan mereka berhak mendapat sertfikat. Gerakan ini mungkin terasa dan terkesan agak memaksa bagi sebagian orang. Apapun itu program wakaf ini berkiblat kepada apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dimana Beliau mewakafkan tanahnya untuk membangun masjid Nabawi. Walaupun ada juga ulama yang berpendapat bahwa wakaf pertama kali dilakukan oleh Umar bin Khottob atas sebidang tanah di Khhoibar berdasarkan perintah Rosululloh. Walluhu a’lam bisshowab.
( Hum )
M. RUSTAM, S.Ag., M.M.
Kepala Madrasah