Cerdas, Edukatif, Ramah, Inovasi, Agamis
Dipublikasikan pada 10 Feb 2026 | Kategori: Berita
Dalam upaya memperkokoh spiritualitas dan menanamkan nilai-nilai luhur perjuangan para ulama, Mahad Ulul Albab MTsN Bangkalan menyelenggarakan kegiatan ziarah wali pada Sabtu, (7/2). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri sebagai bentuk tabarrukan, yakni mencari keberkahan, ketenangan batin, serta memohon kemudahan dalam menuntut ilmu melalui wasilah para kekasih Allah. Selain itu, perjalanan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk menapak tilasi jejak dakwah dan kegigihan para wali dalam menyebarkan agama Islam di nusantara.
Langkah awal perjalanan religi ini dimulai dari Maqbaroh Syaikhona Kholil bin Abdul Lathif di Martajasah, Bangkalan. Destinasi pertama ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan telah menjadi tradisi santri setempat sebagai bentuk pamitan dan penghormatan kepada guru besar tanah Madura sebelum melanjutkan perjalanan menuju makam para wali di Pulau Jawa. Setelah melantunkan doa dan selawat di Martajasah, rombongan langsung bertolak menuju Jombang untuk menziarahi makam KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.
Di Tebuireng, para santri tidak hanya mendoakan sosok ulama sekaligus tokoh humanis tersebut, tetapi juga berkesempatan mengeksplorasi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari (MINHA). Di dalam museum ini, para santri disuguhkan koleksi menarik yang merekam jejak hidup Gus Dur, mulai dari kopyah, koleksi kaset, barang-barang pribadi yang pernah digunakan, hingga galeri foto yang menggambarkan perjalanan hidup Sang Guru Bangsa. Kehadiran museum ini memberikan gambaran nyata bagi santri mengenai sosok yang bersahaja namun memiliki pemikiran yang melampaui zamannya.
Guna menjaga keseimbangan antara asupan spiritual dan penyegaran pikiran, panitia menyisipkan agenda rekreasi di Pacet Mini Park, Mojokerto. Di tempat ini, para santri mengikuti berbagai kegiatan outbound, berenang, dan menikmati beragam wahana permainan yang tersedia. Suasana ceria menyelimuti para santri yang sejenak melepas penat dari rutinitas akademik dan kepesantrenan yang padat.
Kepala MTsN Bangkalan, M. Rustam menjelaskan bahwa konsep perjalanan yang memadukan religi dan edukasi ini memang sengaja dirancang untuk menjaga kesehatan mental para santri. "Sengaja kami konsep seperti ini, agar pikiran anak-anak Mahad yang selama ini disibukkan dengan rutinitas sehari-hari bisa tercairkan," ujarnya.
Perjalanan dilanjutkan menuju makam Syekh Jumadil Kubro di Mojokerto yang dikenal sebagai nenek moyang para Walisongo. Sebagai penutup rangkaian ziarah, rombongan berhenti di makam Raden Rahmat Sunan Ampel di Surabaya. Para santri menutup perjalanan suci ini dengan doa bersama, berharap semangat dakwah Sunan Ampel dapat meresap ke dalam jiwa mereka sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. ( Hum )
M. RUSTAM, S.Ag., M.M.
Kepala Madrasah